Pesta Ditengah Pandemi, Gebby Vesta Kena Sanksi Adat Di Bali

Foto:  Pesta Ditengah Pandemi, Gebby Vesta Kena Sanksi Adat Di Bali Instagram



Hukuman adat di Bali yang diberikan oleh ketua adat, ketua pecalang dan instansi terkait itu berupa Gebby Vesta harus membersihkan pasar hingga kuburan yang ditentukan selama tiga hari.

Kanal247.com - Baru-baru ini Nikita Mirzani membuat kehebohan dengan menulis di Instagram Story tentang insiden penggerebekan transpuan Gebby Vesta di Bali. Komentar Nikita Mirzani itu dibuat menyusul maraknya kemunculan video penggerebekan dan diberi judul "Waria Ngumpet".


Baca juga ...

"Cus itu temuin pecalang. Lagian udah tahu Covid-19 malah sok-sokan bikin birthday party. Yang lain aja pada nahan-nahan, nah sekarang kicep," tulis Nikita Mirzani di Instagram Story-nya beberapa waktu lalu. Penggerebekan itu sendiri memang benar terjadi. Pasalnya, Gebby Vesta menggelar pesta ulang tahun di rumah indekosnya di tengah pandemi wabah Corona atau Covid-19.

Gebby Vesta pun akhirnya mengklarifikasi penggerebekan itu sekaligus meminta maaf dan beredia menjalani hukuman yang diberikan kepadnaya. "Selaku dengan video viral yang terjadi kemarin, saya pribadi dan ketua adat, ketua pecalang, dan instansi terkait yang hadir pada rapat pagi ini di kantor desa adat jimbaran sudah menyelesaikan permasalahan ini dengan damai," tulis Gebby Vesta, Jumat, 29 Mei di Instagram pribadinya.

Gebby Vesta pun berusaha menjelaskan momen penggerebekan itu. "Karena dari pagi kita sudah di Jimbaran, bukan sembunyi apalagi melarikan diri. Untuk penggerebekan dan perusakan di area kos saya akan saya serahkan kepada pihak hukum," tulis Gebby Vesta. "Melakukan penggerbekan tanpa ada surat izin, saya bukan pembunuh, pencuri, atau melakukan kriminal apapun."

Dilansir Liputan6.com, Gebby Vesta rupanya menjalani sanksi adat terkait peristiwa itu. Sanksi tersebut dilakukan di tiga tempat yang berbeda selama tiga hari berturut. Kegiatan saat menjalani hukuman itu sempat ditunjukkan di Instagram. Terlihat Gebby Vesta memakai kaos dan masker hitam sembari memegang sapu lidi.

"Jadi sekarang aku lagi ngejalani sanksi adat dari Jimbaran, megang sapu. Kita beres-beres," kata Gebby Vesta di video. "Jadi kemarin habis bikin kesalahan dan sekarang kita kena hukuman. Kita harus melakukan sanksi adat, menjalankan sanksi adat, yang benar-benar kita tidak ada penekanan. Tidak ada pemaksaan," tuturnya lagi.

Gebby Vesta mengaku dirinya sendiri yang menemui pemuka desa dan pemimpin adat untuk menyelesaikan masalah. "Kita menjalankan hukuman selama 3 hari. Hari ini, kita di seputaran area desa adat dulu. Besok kita di pasar, hari terakhir nanti kita di pemakaman Jimbaran," pungkasnya. "Buat semuanya, jangan contoh yang buruk dari Gebby, yang positifnya diambil. Ayo, kerja sekarang."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel