Ruben Onsu Kecewa Berat Masa Lalu Putra Angkatnya Diulik

Foto: Ruben Onsu Kecewa Berat Masa Lalu Putra Angkatnya Diulik Instagram
WowKeren dan Kanal247


Ruben Onsu meluapkan kekecewaan melalui tulisan panjang di Instagram pribadi lantaran anak angkatnya bersama Sarwendah, Betrand Peto diulik masa lalunya, seperti apa?

Kanal247.com - Meski telah dikaruniai dua buah hati, pasangan suami istri Ruben Onsu dan Sarwendah tetap mengadopsi seorang anak yakni bernama Betrand Peto. Anak laki-laki berasal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ditetapkan sebagai putra sulung mereka.


Baca juga ...

Kendati hanya anak sambung, namun Ruben dan Wendah memberikan kasih sayang bak orang tua kandung untuk Betrand. Namun belum lama ini, Ruben dibuat kesal dengan salah satu media Tanah Air ketika mengulik masa lalu anak angkatnya. Kabarnya, hubungan Betrand dengan keluarganya yang ada di NTT kurang baik.

Presenter "Brownis" ini terlihat kecewa dengan pemberitaan yang beredar itu. Melalui akun Instagram pribadinya, Ruben meluapkan kekecewaannya karena telah mengusik kehidupan masa lalu Betrand yang ia dan Wendah sendiri enggan untuk menguliknya.

"Dear media digital BEEPDO, terima kasih sebelum nya saya ucapkan atas support yg kalian berikan untuk anak kami Betrand, tp jika disini saya boleh bicara saya sangat keberatan jika kalian trs mencari2 pemberitaan ttg betrand seperti apa di masa lalu nya, dari awal kemunculan ngga ada satupun yg di tutup2i, kepolosan anak ini yg membuat banyak mendapat kecintaan dari fans nya," tulis Ruben pada Sabtu (14/9). "Dan semua ttg hal anak ini sebagian sudah tahu dari awal nya seperti apa, boleh kah saya memohon membantu saya untuk membesarkan betrand sehingga bisa menjadi sesuai yg di harapkan, dan membanggakan untuk tmpt kelahiran nya, membesarkan anak 13 thn tdk lah mudah cara penyampaian nya, semua yg sda di pososi saya yg memiliki anak/sepupu/ponakan seperti saya pasti akan tahu tp di tengah kesibukan saya tangan saya dan istri saya lah yg turun langsung untuk putra kami."

"Jng di tanya2 ataupun penjelasan mengenai ibu kandung yg kalian perjelas di template sehingga menimbulkan komentar negatif netizen ttg masa lalu dari ibunya anak ini, dan HARI INI MASIH KALIAN LANJUTKAN upload an yg SANGAT MERUGIKAN KAMI," sambung Ruben. "Kalau kalian punya hati pasti akan tahu rasa sakit nya, yg saya mau biarkan masa lalu orang tua nya menjadi cerita mereka saja,tp saat ini yg kita fikirkan adalah masa depan Betrand saja, sampai saat ini akhir nya saya tidak boleh kan betrand memegang gadget sama sekali krn saya takut anak saya melihat hal2 yg tidak saya inginkan, lalu bagaimana komunikasi betrand dgn org tua nya ?"

"Saya selalu update kegiatan kakak dan kelurga nya tahu no pribadi saya, manager betrand dan driver pribadi betrand jd komunikasi kami selalu lancar, jangan hal seperti ini upload an youtube kalian, yg jadi menghambat perkembangan anak ini untuk berkarir dan pendidikan nya, krn saya lg merapihkan pelan2 untuk masa depan anak ini agar lebih baik lagi," lanjut Ruben. "Jd kedatangan ayah kandung nya pun ke Jakarta saya tdk upload sama sekali krn kedatangan beliau ada beberapa yg perlu di ttd, dan sedikit ritual adat kecil yg di lakukan sesuai adat Manggarai-NTT, Knp saya tdk upload di IG ? Knp saya tdk wawancara pd hal saya punya media digital sendiri?"

"Tp jika jawaban kalian ternyta yg kalian mau ini adalah berita positif / tdk menjatuhkan, bisa di liat akhirnya yg terbentuk dari postingan kalian adalah komen negatif di chanel anda yg akhir nya juga membuat dan menggiring opini publik yang kurang bagus dan tdk enak di lihat okeh netizen," imbuh Ruben. "Biar bagaimanapun itu adalah orang tua kandung anak kami, jd saya tegaskan yg baik buat kalian blom tentu baik buat kami, berita positif yg kalian bilang tp tdk positih untuk kami, jd antara kalian dan saya itu sama2 membutuhkan tp liat dulu siapa yg kalian hadapin."

"Ini adalah seorang anak kecil yg belum bisa dan belum pantas mengetahui cerita terdahulunya, apa kalian pernah berfikir dampak dari perbuatan kalian ini ? Mungkin bukan sekarang, tapi psikologi anak yg mungkin akan terpengaruh nanti nya. Bukan tidak, tapi belum, masih terlalu kecil untuk Betrand secara perlahan bisa mengerti ini semua," pungkas Ruben. "Juga apa kalian pernah terfikir, bagaiman kondisi anak ini menanggapi pertanyaan teman-temannya di sekolah / tempat les / dimanapun tempat aktivitas anak ini mengenai pemberitaan kalian ? semoga kalian yg sudah dewasa dan (mungkin) sudah menjadi orang tua bisa mengerti perasaan saya dan istri saya yang sedang fokus kepada masa depan dan prestasi anak ini. Tolong jangan jadi pemicu yg bisa merusak kebagiaan keluarga kami.#RESPECT."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...