Raditya Dika Sempat Pilih Jomblo Seumur Hidup Hingga Sebut Pernikahan ‘Monoton’, Kenapa?

Foto: Raditya Dika Sempat Pilih Jomblo Seumur Hidup Hingga Sebut Pernikahan ‘Monoton’, Kenapa? instagram
WowKeren dan Kanal247


Raditya Dika terang-terangan mengakui jika sempat tidak memikirkan pernikahan lantaran terlalu nyaman sendiri dan merasa memiliki istri justru akan menyulitkan kehidupannya.

Kanal247.com - Nama Raditya Dika memang mulai dikenal di dunia hiburan sejak buku-buku yang ia tulis diangkat ke layar kaca. Perbuatan dan ucapannya yang mengundang tawa pun membuat Radit menjadi salah satu pelawak masa kini paling digemari. Label "jomlo" yang kerap disandingkan dengan nama Radit sebelum resmi menikah dengan Anissa Aziza pun membuatnya semakin dikenal.


Baca juga ...

Namun, siapa yang menyangka jika Radit pernah merasa tidak ingin menikah seumur hidup? Pasalnya, Radit tampak sangat bahagia dengan kehidupannya usai menikah dan memiliki seorang putri. Melalui kanal YouTube seorang stand up comedian yakni Dzawin Nur, Radit mengungkapkan bahwa ia pernah merasa sendirian sudah lebih dari cukup.

"Gue enggak mau nikah awalnya, gue penyendiri dari kecil gue adalah orang yang tertutup. Gue lebih senang di rumah main game, baca buku gitu-gitu dan gue merasa cukup dengan diri gue," cerita Radit terus terang.

Radit menerangkan bahwa ia ragu jika menikah dan memiliki keluarga baru akan membuatnya lebih bahagia dari pada ketika sendirian. Lawakan tentang pernikahan yang tampak menyedihkan pun menjadi alasan Radit semakin takut. Radit menyadari bahwa hal yang paling sulit dilakukan oleh laki-laki adalah berkomitmen.

"Apa yang gue punya di dunia ini itu udah cukup gitu," ucap Radit. "Apa bener dengan kehadiran istri, anak, dan lain-lain gue bisa lebih bahagia dari pada ini. Apalagi setiap stand up comedian yang gue tonton terutama yang dari Amerika ya, stand up soal pernikahan itu kaya pahit banget gitu ya, yang diceritain tuh kaya sedih banget dan dalam prespektif laki-laki kita tuh kaya menghindari komitmen."

Radit berkata bahwa pada awalnya ia berpikir bahwa kehidupan pernikahan adalah sangat monoton. Pasalnya, ia akan melakukan berbagai hal berulang-ulang seumur hidup dan itu membuat Radit terbebani.

"Kalau menikah hidup lo sudah terprediksi sampai lo mati terencana dan itu monoton," jelas Radit. "Sehingga memikirkan gue akan bangun setiap hari dengan orang yang sama sampai gue mati itu sangat-sangat bikin gue kehabisan napas."

Namun, Radit memaparkan bahwa seiring bertambahnya usia ia menyadari jika pikirannya salah. Pasalnya semakin tua seseorang hal yang membuat bahagia justru adalah berbincang dengan orang lain. Sehingga, permasalahan tentang pernikahan yang selama ini ia dengar hanya lantaran kecocokan semata.

"Tapi seiring bertumbuhnya umur gue dan segala hal jadi enggak penting lagi gue mulai merasa apa yang bikin gue seneng gitu. Nah ternyata yang bikin gue seneng adalah waktu gue nemu teman ngobrol yang cocok sama gue. Persoalannya ternyata bukan ke pernikahannya tapi menemukan teman yang cocok untuk berbagi hidup," papar Radit.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...