Wanda Hamidah Sebut Ricuh Aksi 22 Mei Sudah Direncanakan, Salahkan Kubu Prabowo?

Foto: Wanda Hamidah Sebut Ricuh Aksi 22 Mei Sudah Direncanakan, Salahkan Kubu Prabowo?



Melihat dari kaca mata seorang politikus, Wanda Hamidah rupanya memiliki tanggapan sendiri terkait Aksi 22 Mei beberapa hari lalu yang diakhiri dengan aksi kericuhan.

Kanal247.com - Situasi bangsa Indonesia saat ini dinilai sangat memprihatinkan oleh sebagian kalangan. Masyarakat nampak terpecah belah akibat perbedaan pandangan politik dalam pemilu 2019 yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Aksi 22 Mei pun menjadi titik puncak pergolakan yang terjadi di Tanah Air.

Demonstrasi besar-besaran yang diadakan sebagai bentuk protes dan penolakan akan hasil perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum itu terjadi dari tanggal 21 hingga 22 Mei 2019. Sayangnya aksi tersebut harus berakhir ricuh dan diwarnai baku hantam antara aparat kepolisian dengan para peserta demo.

Sebagai salah satu politikus Indonesia, Wanda Hamidah rupanya memiliki pandangan yang berbeda terkait ricuhnya Aksi 22 Mei tersebut. Menurutnya demonstrasi itu adalah sesuatu yang memang sudah direncanakan sebelumnya.

“Ehm kalau kacamata saya itu semua sudah direncanakan dengan matang ya. Apa yang mereka bilang dengan sistematis,” jelas Wanda Hamidah kepada tim detikHOT. “Ya memang sudah direncanakan, disusun matang-matang langkah-langkah untuk tidak menerima kekalahan itu.”

Baca juga ...

Bukan tanpa sebab, rupanya anggapan tersebut didasarkan dari berbagai alat kericuhan yang dibawa oleh pendemo kala itu. Mengingat Wanda adalah aktivis mahasiswa '98, ia pun menuturkan jika saat itu mahasiswa benar-benar tak bermodalkan apapun.

“Jadi aneh, memang aksi itu sudah direncanakan secara matang. Kemudian alat-alat yang digunakan dari bom molotov dan batu-batu apa yang dilempar ke polisi,” sambungnya. “Jauhlah sama gerakan sama mahasiswa dulu yang kita nggak punya apa-apa, boro-boro lempar batu ke polisi.”

Ia pun menyayangkan adanya tokoh-tokoh politik yang justru “mengompori” para peserta Aksi 22 Mei tersebut. Mantan kekasih Raffi Ahmad ini berharap agar semua pihak bisa lebih lapang dada dan menerima kekalahan secara demokratis.

“Cuma sangat disayangkan 02 membiarkan hal seperti ini, part of the plan, kalau mereka bilang bukan kami nggak mungkin toh tokoh-tokohnya ikut hadir memprovokasi baik di lapangan maupun di luar lapangan,” tandas Wanda Hamidah. “Itu sih yang sangat disayangkan tidak ada sifat dan sikap kenegarawanan untuk menerima hasil kekalahan secara demokratis.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel