Hari Buku Nasional, Dewi ‘Dee’ Lestari Pinta Pembaca Tak Beli Buku Bajakan

Foto: Hari Buku Nasional, Dewi ‘Dee’ Lestari Pinta Pembaca Tak Beli Buku Bajakan instagram



Turut memperingati hari buku nasional, Dewi ‘Dee’ Lestari mengungkapkan harapan untuk literasi di Indonesia dan mengimbau agar para pembaca tidak membeli buku bajakan.

Kanal247.com - Tanggal 17 Mei memang diperingati sebagai Hari Buku Nasional di Indonesia. Peringatan tersebut tentu disambut baik oleh para penulis sekaligus pecinta buku. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya unggahan di media sosial yang mengucapkan selamat hari buku nasional.


Baca juga ...

Dewi Lestari atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Dee Lestari pun menjadi salah seorang yang memperingati hari besar untuk literasi tanah air itu. Sekalipun sudah cukup dikenal sebagai seorang penyanyi, tampaknya Dee juga berhasil menarik perhatian dengan buku-buku karangannya. Hal tersebut terbukti dari penjualan buku-buku karya Dee yang selalu disebut-sebut memiliki predikat “Mega Best Seller”.

Untuk memperingati hari buku nasional, Dee mengungkapkan harapan melalui akun Instagram @detikhot. Dee mengungkapkan bahwa ia menginginkan agar literasi di Indonesia semakin berkembang. Dee menjelaskan bahwa dengan membaiknya ekosistem perbukuan di Indonesia akan membuat banyak pihak memperoleh keuntungan. Keuntungan tersebut tentu akan meningkatkan kualitas literasi di Indonesia juga.

"Di hari buku ini harapan saya adalah membaiknya ekosistem perbukuan di Indonesia yang menguntungkan para pelakunya,” ujar Dee pada video yang dibagikan pada Jumat (17/5) itu. “Mulai dari penulis, penerbit, toko-toko buku, dan segala pihak yang terkait.”

Dee juga mengharapkan agar para pembaca mulai menyadari kerugian dari membeli buku bajakan. Buku bajakan yang beredar di Indonesia memang bisa dibilang cukup mudah ditemui. Menurut Dee, pembaca juga memegang peran yang sangat penting untuk meningkatkan literasi di tanah air.

Pelantun “Malaikat Juga Tahu” itu berkata bahwa dengan tidak membeli buku bajakan, maka pembaca akan membantu kehidupan seorang penulis. Seorang penulis memang diketahui mendapatkan honor melalui buku-buku yang berhasil dijual. Sehingga jika pembaca memilih untuk membeli buku bajakan, maka penulis tidak akan mendapatkan hasil jerih payahnya.

"Dan tentu yang tidak kalah penting adalah pembaca meningkatnya kesadaran,” seru wanita berusia 43 tahun itu. “Untuk tidak membeli buku bajakan demi keberlangsungan penulis.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel