Perjuangkan Hak Asuh Anak, Atalarik Syah Sindir Gelar Sarjana Psikologi Tsania Marwa

Foto: Perjuangkan Hak Asuh Anak, Atalarik Syah Sindir Gelar Sarjana Psikologi Tsania Marwa Instagram
WowKeren dan Kanal247


Tsania Marwa hingga kini masih memperjuangkan peralihan hak asuh anak agar jatuh ke tangannya, Atalarik Syah tak terima hingga seret gelar sarjana psikologi mantan istri.

Kanal247.com - Perselisihan antara Atalarik Syah dan Tsania Marwa memang menjadi salah satu topik yang kerap dibicarakan oleh publik. Pasalnya, mereka hingga kini masih bergelut dengan perebutan hak asuh kedua anak mereka.


Baca juga ...

Pasca bercerai, hakim telah memutuskan bahwa hak asuh anak jatuh ke tangan Atalarik. Namun Tsania yang tak terima dengan hal tersebutpun menuntut agar hak asuh kedua buah hatinya dialihkan kepada dirinya.

Tak kunjung menemui titik terang, Tsania pun berharap bahwa paling tidak mereka bisa bergiliran dalam merawat kedua putra-putri mereka. Namun hal tersebut justru ditanggapi sinis oleh sang mantan suami.

Geram dengan Tsania Marwa, Atalarik pun menyebut bahwa hal tersebut merupakan permintaan yang konyol. Menurutnya mendidik dan mengasuh anak tidak bisa dibagi-bagi. Anak yang diasuh secara bergilir justru hanya akan memancing kebingungan dalam diri buah hati mereka. Tak sampai disitu, aktor 45 tahun itu bahkan menyeret gelar sarjana psikologi sang mantan istri.

“Bagi-bagi anak gimana emang anak bisa dibagi-bagi ya nggak bisalah. Anak itu tetap nggak boleh hidup karena perceraian jadi membuat mereka bingung,” papar Atalarik, Kamis (9/5). “Jadi dibina dengan keadaan double standard, kan yang di sana (pihak Tsania) mengerti yang di sana kan sarjana psikologi pasti ngerti.”

Ia pun lantas menjabarkan maksud dari pernyataannya tersebut. Atalarik berdalih bahwa pembagian hak asuh anak hanya akan menimbulkan dua standar hak asuh. Nantinya anak akan menjadi kebingungan harus mengikuti aturan siapa.

“Orang-orang tua di luar sana juga pasti mengerti kalau anak dalam keadaan perceraian tidak boleh ada dalam kondisi double standard,” sambungnya. “Nanti mereka harus patuh yang mana? Harus mengikuti perintah siapa jangan jadinya beradu, anak-anak jangan dibuat bingung.”

Ia pun kembali menegaskan bahwa keputusan yang dibuat hakim seharusnya sudah menjadi jalan tengah yang baik. Jika Tsania ingin bertemu dengan anak-anak mereka, Atalarik mengaku membuka lebar pintu rumahnya. Ia lebih senang jika mantan istrinya itu menjenguk putra-putri mereka di rumah daripada mengajak bertemu di luar rumah.

“Pengadilan Agama juga sudah baik banget kok kalau mau (Tsania) ngeliat anak-anak kan bisa ke rumah, itu yang paling sehat daripada di jalanan di tempat umum di mall-mall mendingan di rumah itu yang paling sehat,” tandasnya. “Tentu aja nggak (melarang), udah capek saya, itu netizen netizen yang tidak percaya boleh ke rumah sekalian aja ajak netizen yang nggak percaya diri mereka tahu.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...