Pikirkan Fondasi Akhlak Generasi Muda, Chacha Frederica Ingin Bangun Pesantren di Semarang

Foto: Pikirkan Fondasi Akhlak Generasi Muda, Chacha Frederica Ingin Bangun Pesantren di Semarang Instagram
WowKeren dan Kanal247


Peduli terhadap masa depan generasi muda, Chacha Frederica memiliki impian untuk bisa membangun pesantren di Semarang untuk menata akhlak para penerus bangsa.

Kanal247.com - Beberapa waktu yang lalu, aktris cantik Chacha Frederica sempat menghabiskan waktu di kota Semarang. Bukan tanpa sebab, rupanya saat itu ia harus menemani sang suami yang berjuang memperebutkan kursi DPR RI Daerah Pilihan Jawa Tengah.


Baca juga ...

Wanita yang kerap disapa Chacha tersebut kini memiliki keinginan untuk bisa menetap lebih lama di kota Lumpia itu. Ia bahkan mengaku ingin memiliki sebuah hunian disana. Impian tersebut rupanya juga diikuti dengan niat baik lainnya. Tak hanya rumah, Chacha juga berharap bisa membangun sebuah pesantren di Semarang.

“Kalau planning kehidupan di Semarang nggak ada yang gimana-gimana sih, cuman pengen punya rumah tempat tinggal aja di sana,” tutur sahabat baik Nia Ramadhani itu, Senin (29/4). “Tapi kalau Allah kasih rejeki lagi sih pengin berdoanya pengin punya pesantren juga, pengin banget.”

Pemain film “Buruan Cium Gue” itu rupanya sangat memedulikan masa depan para generasi muda penerus bangsa. Ia berharap dapat menjadi salah satu tokoh yang mendorong kemajuan Negara Indonesia.

Hal itulah yang mendasari dirinya bercita-cita membangun sebuah pesantren di Semarang. Bukan tanpa alasan, baginya seorang generasi muda yang bagus didasarkan pada akhlak mereka. Ia ingin memupuk nilai-nilai agama Islam di dalam diri anak-anak muda tersebut.

Baginya, akhlak menjadi fondasi yang paling penting agar mampu menciptakan masa depan yang cerah. Chacha berharap mereka yang memiliki akhlak yang mulia lah yang mampu mengembangkan bangsa melalui berbagai macam profesi yang ada.

Lebih lanjut, aktris kelahiran Jerman tersebut rupanya ingin calon santrinya kelak selalu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi ilmu agama yang mereka dapat tak akan berhenti di meja sekolah saja.

“Anak pesantren juga bisa jadi menteri gitu sih bisa aja, tapi kalau kita yang businessman ini belum tentu bisa jadi anak pesantren, tapi anak pesantren bisa jadi businessman atau apapun,” paparnya. “Jadi ya penginnya itu jadi fondasi lah untuk akhlak hidupnya, nggak hanya sebagai teori tapi sebagai praktek dalam keseharian. Yang diajarkan oleh agama dan penuh kasih dan sayang agar bisa dipraktekan.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...