Ji Soo Dituding Lakukan Bullying, Agensi Langsung Bertindak

Foto: Ji Soo Dituding Lakukan Bullying, Agensi Langsung Bertindak Instagram



Menanggapi rumor bullying yang menimpa Ji Soo, KeyEast Entertainment menegaskan jika pihaknya akan segera melakukan penyelidikan untuk kebenaran atau kepalsuan berita tersebut.

Kanal247.com - Kontroversi bullying atau perundungan yang dilakukan artis idola di jaman sekolah dulu masih terus menjadi topik hangat di Koreal Selatan. Kini giliran aktor Ji Soo yang menjadi korbannya. Aktor tampan ini disebut-sebut sebagai tukang aniaya di sekolahnya dulu.

Baru-baru ini seorang netter mengunggah tulisan yang menyebutkan jika dirinya satu sekolah dengan Ji Soo di SMP Seorabeol pada tahun 2006 hingga 2008.

Netter itu menulis kurang baik tentang Ji Soo. "Aktor Ji Soo adalah pelaku kekerasan di sekolah. Aku ingin berbicara tentang kekerasan sekolah yang dilakukan oleh Ji Soo, yakni aktor utama 'River Where the Moon Rises' dan telah muncul di berbagai film dan drama lainnya. Aku adalah teman sekelasnya di SMP Seorabeol dari tahun 2006-2008. Kim Ji Soo ada di TV, berpura-pura menjadi baik dan tersenyum di depan kamera, tapi dia hanyalah pelaku kekerasan sekolah, gangster, dan pengganggu," tulis netter itu serta-merta.

Baca juga ...

Dia melanjutkan tulisannya, "Kim Ji Soo lebih besar dari siswa lain seusianya saat itu. Pada tahun 2007, ketika aku duduk di kelas 8, ia adalah salah satu siswa teratas di sekolah dan melakukan banyak tindakan jahat," lanjutnya.

"Tidak cukup mendefinisikan semuanya hanya dengan kata penindasan. Bullying, kekerasan, intimidasi, penghinaan, dan bahasa kasar semuanya dilakukan. Alasan semua ini dimulai dari diriku adalah karena salah satu pengganggu dalam kelompok Kim Ji Soo mengambil sertifikat hadiah dari siswa ‘B’, dan saya memberi tahu pengganggu itu bahwa aku akan memberi tahu polisi jika mereka tidak mengembalikannya," tulis netter itu.

"Perilaku semacam ini melanggar aturan kelompok Kim Ji Soo. Oleh karena itu, kehidupan sekolah menengahku yang dulu normal menjadi kelam sejak saat itu. Mungkin mereka lebih berhati-hati di sekitarku, karena aku akan melaporkannya ke polisi. Mereka dengan kejam menindas teman sekelas lain yang mereka tahu mereka bisa lolos, terus-menerus mengutuk mereka," pungkasnya.

Tidak berapa kemudian, agensi KeyEast Entertainment langsung dibanjiri pertanyaan seputar kebenaran postingan tersebut. Perwakilan agensi mengatakan mereka akan segera melakukan penyelidikan untuk kebenaran berita itu atau hanya sekedar fitnah belaka.

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel