Bayu Skak Suntik Vaksin Covid-19 Sebagai Perwakilan Pemuda Jawa Timur, Akui Tak Ada Paksaan

Foto: Bayu Skak Suntik Vaksin Covid-19 Sebagai Perwakilan Pemuda Jawa Timur, Akui Tak Ada Paksaan Instagram



Bayu Skak ikut menyusul Raffi Ahmad untuk menerima suntikan vaksin Covid-19. Bayu dipercaya sebagai perwakilan anak muda Jawa Timur dan ia bersedia tanpa adanya paksaan.

Kanal247.com - Program vaksinasi Covid-19 resmi didistribusikan pada Rabu (13/1) lalu. Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin sinovac itu. Ada salah satu figur publik juga yang ikut disuntik vaksin adalah Raffi Ahmad.

Vaksinasi perdana itu juga dilakukan di berbagai daerah lain, salah satunya Jawa timur. Bayu Skak pun dipercaya sebagai perwakilan pemuda Jawa Timur untuk menerima vaksin Covid-19 pada Kamis (14/1) lalu.

"Saya dan @tomliwafa adalah representatif millenials yang pertama disuntik vaksin covid-19 di provinsi Jawa Timur," tulis Bayu Skak lewat akun Instagram pribadi pada Kamis (14/1). "Berawal dari kemarin saya dihubungi oleh Ibu Gubernur, Bu Khofifah prihal vaksinasi di Jawa Timur, beliau menyarankan saya untuk ikut serta sebagai sukarelawan."

Dalam keterangan unggahannya, Bayu menegaskan bahwa ia melakukan suntik perdana itu tak ada paksaan sama sekali dari pihak pemerintah. Bayu juga menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mendapat bayaran sepeser pun untuk ikut vaksinasi.

"Tidak ada paksaan dari Bu Gubernur tidak ada sepeserpun juga yang dikeluarkan pemprov untuk saya agar ikut vaksinasi ini," ucap Bayu Skak. "Karena ketika saya menolak pun dari pihak pemprov Jatim juga akan menghargai itu, namun saya pribadi merasa terpanggil dan mau untuk menjadi representatif anak muda Jawa Timur yang pertama divaksin."

Baca juga ...

Kesediaan Bayu untuk menerima suntikan vaksin itu bukan tanpa alasan. Bayu menyebut bahwa vaksin ini sudah lolos BPOM dan MUI. Kedua hal itu langsung menghapuskan keraguan Bayu akan vaksin sinovac.

"Pegangan saya hanya 2 yaitu MUI sudah oke dan BPOM oke jadi saya percaya dan tidak ada keraguan, karena keduanya bukan main main kredibelnya," tutur Bayu Skak. "Dan pastinya semua sudah dipikirkan dan tidak main-main ketika menyangkut seluruh rakyat Indonesia."

Lebih lanjut, Bayu Skak menegaskan bahwa vaksin tersebut tidak membuatnya kebal akan virus Covid-19. Namun, vaksin itu akan membantu sistem imun tubuh menjadi lebih kuat sehingga dapat melindunginya dari virus corona.

"Patut dipahami kalau setelah divaksin pun tubuh saya tidak kebal terhadap Covid-19 melainkan nantinya sistem imun tubuh saya punya jurus baru yang akan melindungi dengan kuat ketika mungkin amit-amit virus Covid-19 masuk," ujar Bayu Skak.

"Jadi bukan 'kebal' akan Covid, namun imunnya yg upgrade jadi bisa lebih kuat. Kedepan saya juga akan masih ketat menggunakan masker dan jaga jarak kemana-mana," pungkas Bayu Skak. "Karena maupun bisa dibilang imun saya sudah bisa melindungi dengan cukup kuat dari covid-19 namun kalau tidak ketat 3M sayapun masih bisa menjadi carrier, orang tanpa gejala apapun sehat banget tapi bawa virusnya."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel