Jo Kwon Ternyata Punya Koleksi Sepatu Hak Tinggi di Rumahnya

Foto: Jo Kwon Ternyata Punya Koleksi Sepatu Hak Tinggi di Rumahnya koreaboo



Masyarakat Korea masih sangat konservatif, pria yang mengenakan sepatu berhak sering tidak disukai. Jo Kwon dulu kerap dilabeli dan mendapatkan berbagai tuduhan karena kepribadian dan kesukaannya.

Kanal247.com - Selama wawancara mendalam baru-baru ini, Jo Kwon mengungkapkan segalanya mulai dari identitas gendernya dan bagaimana hal itu diterima oleh publik hingga harta terbesar dalam hidupnya. Setelah mengaku bahwa ia merupakan seorang yang genderless atau tanpa gender, ia ditanya tentang apa yang paling dia hargai dalam hidupnya.

Jo Kwon kemudian dengan bangga menjawab bahwa itu adalah sepatu hak tinggi. Idol tersebut ternyata memiliki seluruh koleksi sepatu hak indah yang dipajang di rumahnya. Dia sebenarnya lebih suka untuk tidak memakainya, kecuali saat dia menari. Meski begitu, dia merasa bersemangat hanya dengan melihat tumitnya yang indah.

“Saya memiliki sekitar 15 pasang yang ditampilkan di rumah,” ungkap Jo Kwon yang dilansir dari Koreaboo pada Jumat (31/7). “Saya biasanya tidak memakainya kecuali saya menari tetapi ketika saya melihat mereka saat saya lelah, saya menjadi bersemangat.



Ia mengaku bahwa sudah menyukai sepatu hak sejak masih kecil. "Ketika saya masih muda, saya sering mendengar bibi saya mendengar suara tumitnya, dan saya sudah mencintai sepatu hak sejak saat itu,” ungkapnya.

Penyanyi tersebut kemudian membahas mengenai bagaimana masyarakat Korea yang masih sangat konservatif, di mana pria yang mengenakan sepatu berhak sering tidak disukai. Jo Kwon mengungkapkan bahwa dulunya ia kerap dilabeli dan mendapatkan berbagai tuduhan karena kepribadian dan kesukaannya. Tetapi sekarang dia menyadari bahwa itulah yang membuatnya unik dan istimewa.

“Dunia akan menghadapi karma jika mereka mengambil seseorang dan mengklaim bahwa mereka suka ini atau itu,” tuturnya. “Di usia 20-an, saya merasa tertekan ketika orang-orang akan memandang saya dan berkata, 'Dia mungkin ini' dan 'Dia mungkin itu'. Tetapi setelah menyelesaikan dinas militer di usia 30-an, saya mulai berpikir bahwa citra tanpa gender saya adalah senjata saya. Saya ingin membuat genre 'Jo Kwon',” lanjutnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel