Raffi Ahmad Bahas Soal Kebiasaan Masyarakat yang Curhat dan Main Sindir di Medsos: Bukan Buku Diary!

Foto: Raffi Ahmad Bahas Soal Kebiasaan Masyarakat yang Curhat dan Main Sindir di Medsos: Bukan Buku Diary! Instagram



Raffi Ahmad mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Menteri Kominfo Johnny G Plate dan Ketum Siberkreasi Yosi Mokalu. Mereka bertiga diketahui membahas soal etika bermedia sosial.

Kanal247.com - Belum lama ini, pembawa acara ternama Raffi Ahmad berkesempatan berbincang dengan Menteri Kominfo Johnny G Plate dan Ketum Siberkreasi Yosi Mokalu. Mereka rupanya membahas soal etika bermedia sosial.


Baca juga ...

Ayah satu anak ini kini memiliki 42,5 juta followers di akun Instagram-nya. Raffi lantas mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan jangan menyamakan fungsinya seperti buku diary.

"Tapi memang yang harus disadari oleh generasi sekarang sosial media itu bukan tempat mereka untuk curhat seperti buku diary," kata Raffi saat siaran langsung Instagram di @kemenkominfo pada Kamis (2/7) seperti dilansir dari Kapanlagi. "Itu yang harus disadari."

"Mereka tuh tanpa tidak sengaja mungkin," lanjut Raffi. "Misal kang Yosi ketemu saya tiba-tiba Yosi (bilang) sebal banget nih tadi ketemu Raffi tapi dia tulis di sosial media. Nah itu kan salah."

Selain itu, Raffi berharap masyarakat terutama untuk generasi milenial agar lebih berhati-hati ketika curhat di media sosial. Bukan tanpa sebab, Raffi beranggapan bahwa efek atau dampak curhat di media sosial itu akan sangat besar lantaran diketahui banyak orang.

"Social media itu adalah platform untuk umum, untuk kita gunakan untuk sesuatu yang energinya untuk masyarakat luas," tutur suami Nagita Slavina tersebut. "Masyarakat pertama tuh basic-nya dia harus tahu dulu bahwa sosial media mau Instagram, Twitter, YouTube, platform digital apapun itu jangan disamakan dengan diary buku hariannya dia."

Menteri Kominfo Johnny G Plate pun mengaku setuju dengan pernyataan Raffi bahwa semua yang diunggah di media sosial memiliki rekam jejak digital. Oleh karena itu, Johnny G Plate kini sedang menargetkan RUU perlindungan data pribadi.

"Buku harian kalau ada yang salah tinggal kita coret atau kita sobek, bisa kita bakar dan kita pegang sendiri," pungkas Johnny G Plate. "Begitu ruang digitalnya salah, kita isi di sosial media maka ada rekam digital. Ini yang berbahaya makanya saya dari Keminfo sebagai menteri mendorong betul untuk menyelesaikan rencana undang-undang perlindungan data pribadi."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel