Bisa Dijerat Pasal Pornografi, Pakar Ekspresi Ungkap Rahasia Sarah Keihl

Foto:  Bisa Dijerat Pasal Pornografi, Pakar Ekspresi Ungkap Rahasia Sarah Keihl Instagram
WowKeren dan Kanal247


Psikolog sekaligus pakar mikro ekspresi, Poppy Amalya mengungkapkan beberapa hal dari sikap dan raut wajah Sarah Kiehl yang tidak banyak diketahui orang saat membuat video lelang keperawanan.

Kanal247.com - Seperti yang diberitakan sebelumnya, nama selebgram Sarah Keihl atau Sarah Salsabila langsung menjadi populer seketika usai membuat heboh di Instagram dengan mengumumkan akan melelang keperawanannya demi membantu untuk donasi penanggulangan wabah Corona atau Covid-19. Membuat heboh jagat maya dan banyak dikomentari negatif atas tindakannya tersebut, tidak lama kemudian Sarah meminta maaf dan mengaku jika itu hanya bentuk sarkasme yang dilakukannya melihat kondisi Indonesia saat ini di tengah pandemi.


Baca juga ...

Aksi nekat tapi berujung sanksi sosial lantaran mengaku hanya bercanda, tindakan Sarah ini mendapat perhatian dari seorang psikolog dan pakar mikro ekspresi, Poppy Amalya. Melalui pengamatannya dari ekspresi dan reaksi Sarah Kiehl saat membuat video lelang keperawanan itu, Poppy pun mengungkapkan ada beberapa rahasia dari Sarah yang ditunjukkan dalam video tersebut.

Pertama, Poppy merasa prihatin dengan video lelang keperawanan itu. Dilihat dari kepribadian, Poppy menilai Sarah memiliki latar belakang internal dan eksternal yang cukup baik. Ekspresi datar yang disampaikan ketika membuat video lelang itu menunjukkan adanya suatu rasa tertekan dan khawatir.

"Dia bisa memiliki value, tapi saat ada seorang perempuan ada maksud menohok keadaan dengan cara menjatuhkan derajat perempuan itu, pasti memprihatinkan. Walaupun, itu engagement dari marketing. Itu pemilihannya kurang tepat," ungkap Poppy dilansir Detik Hot, Jumat, 23 Mei. "Internal, dia terlihat cerdas dari kalimat-kalimat yang disampaikan ucapannya runut. Kemudian creative thinking ada, kemudian dia memiliki fisik yang proporsional yang menunjang," tambah Poppy.

"Aku mulai curiga karena dia datar saat menjelaskannya. Kalau orang pasti sedih, ini terlihat datar. Dari eksternalnya, sosial livenya Sarah ini baik, dia memiliki keprihatinan yang tinggi kepada masyarakat. Itu dari statement-nya saat dia bicara kondisi masyarakat saat ini, lagi menjadi perhatian karena masalah finansial, ditambah lagi dia punya keprihatinan kepada tenaga medis," jelas Poppy. "Berarti jiwa sosialnya ada. Tingkat pendidikannya juga ada karena dia sampai tahu masalah economic global, sampai dia tahu masalah perekonomian, dan usaha pemerintah melakukan metode yang terbaik menurutnya. Sampai di sini berarti dia tahu, aware, mengerti," lanjut Poppy.

"Cuma di sini saya lihat ada kekecewaan dalam dirinya karena ada tarikan napas ya, pada saat menjelaskan yang berkaitan dengan keadaan pada saat ini atau COVID. Pada saat itu COVID ada dia ngomong, 'Sudah dua bulan self quarantine' tangannya disatukan, berarti di sini dia butuh kekuatan untuk bicara itu. Kita semua udah merasakan dampak pandemi ini. Tangan disatuin ada tekanan dikit, artinya sudah mulai rapuh, artinya dia juga merasakan dampak pandemic ini," pungkasnya.

"Kita lihat lagi kenapa dia mulai rapuh, tadinya dia kuatin di tengah (tangannya) ini agak di kekanan sedikit. Ternyata yang bersangkutan ini punya bisnis. Berarti di sini dia punya masalah tanpa disadari masalah ini juga. Karena kekesalan ini maka dia milih kondisi alternatif sesuatu yang menohok, makanya ada sarkasme. Sarkasme ini karena rasa frustrasi."

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel