Beda Latar Belakang Kehidupan, Roro Fitria Ungkap Sulit Beradaptasi Dengan Para Tahanan

Foto: Beda Latar Belakang Kehidupan, Roro Fitria Ungkap Sulit Beradaptasi Dengan Para Tahanan Instagram
WowKeren dan Kanal247


Di awal masa penahanan, Roro Fitria mengaku dirinya sampai tidak bisa makan dan tidur lantaran stres sehingga lebih banyak mencari ketenangan dengan berada di dalam masjid.

Kanal247.com - Seperti yang diberitakan sebelumnya, Roro Fitria menjadi salah satu artis tahanan kasus narkoba yang beruntung mendapatkan pembebasan bersyarat sesuai peraturan Kementerian Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 untuk membebaskan 30.000 narapidana dewasa dan anak.


Baca juga ...

Meski demikian, Roro Fitria masih tetap harus melakukan laporan rutin ke Rutan Pondok Bambu hingga Agustus mendatang. Saat tampil di acara "Rumpi" Trans TV, Senin, 18 Mei, Roro Fitria mengaku dirinya sulit makan dan tidur selama dipenjara. Dia pun selalu mencari ketenangan di masjid.

"Stres kurang lebih enam bulan aku ya," ungkap Roro Fitria. "Pernah (sangat stres) apalagi saat bunda wafat itu aku nggak bisa (makan dan tidur). Seminggu nggak teratur makan sama tidurnya. Alhamdulillah lebih nyaman ke masjid, ya udah cerita (curhat) di sana," lanjutnya berbagi cerita.

Selama berada di penjara, salah satu kesulitannya adalah beradaptasi dengan teman-temannya di rutan. Pasalnya, para tahanan berasal dari latar belakang pendidikan, keluarga dan kebiasaan sehari-hari yang berbeda dengannya.

"Kalau untuk dibully nggak, tapi kalau untuk beradaptasi sama temen-temen di rutan emang susah. Aku yang susah karena latar belakang pendidikan, keluarga dan kebiasaan," jelas Roro Fitria.

Dalam kesempatan yang sama, Roro Fitria juga menjelaskan momen dimana sang ibunda meninggal dunia ketika dirinya masih berada di tahanan. Roro Fitria mengingat dimana ibunya sempat menginap di kantor polisi karena ingin terus berada disampingnya.

"Roro sangat sayang dengan bunda, tapi Roro mencoreng nama bunda," sesalnya. "Pada awal tahun kapan gitu, Roro nggak mau pisah sama bunda. Jadi bunda bela-belain tidur di kantor polisi untuk membangun semangat pada diri saya. Bunda itu segala bagi Roro. Bunda adalah seorang figur yang luar biasa tegarnya makanya dia sangat luar biasa," ungkap Roro Fitria.

"Sampai saya melakukan kesalahan fatal dia tidak pernah marah. Dia bilang dia salah telah mendidik Roro. Padahal saya yang salah," pungkasnya. "Kurang lebihnya keluarga support tapi saya merasa sangat salah. Saat itu saya masuk penjara beliau (ibunya) sedang sakit dan beliau mungkin bebannya bertambah dengan kasus saya."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel