Rambah Bisnis Kuliner, Herjunot Ali Siap ‘Tembak’ Pasar Global Lewat Suguhan Khas Jakarta

Foto: Rambah Bisnis Kuliner, Herjunot Ali Siap ‘Tembak’ Pasar Global Lewat Suguhan Khas Jakarta instagram



Herjunot Ali rambah dunia bisnis dengan menyediakan platform untuk para pelaku kuliner berkumpul dan siap ‘menembak’ pasar global dengan suguhan khas Indonesia, ini hidangan pertama yang akan dibawa ke Jepang.

Kanal247.com - Dunia bisnis kuliner memang menjadi salah satu pilihan utama lain para artis untuk digeluti. Terbukti dari munculnya beragam suguhan makanan ataupun minuman dengan brand nama besar figur publik. Nampaknya hal ini lah yang juga tengah ingin dijajal oleh aktor tampan Herjunot Ali.

Tak cukup puas dengan kesibukan dunia perfilman, pria yang juga akrab disapa Junot ini ikut merambah dunia bisnis kuliner. Namun hal ini dilakukannya lewat sebuah platform jasa yang membantu para pelaku kuliner untuk menembus pasar global.

Herjunot Ali menjelaskan cara kerja sederhana dari platform Codafood yang diperkenalkannya ini. Aktor 34 tahun ini menerangkan bahwa platform tersebut akan membantu pelaku kuliner Tanah Air menembak pasar global.

“Codafood adalah sebuah platform di mana kami semua di sini berkumpul untuk membantu para pelaku bisnis kuliner, membantu membawa makanannya ke luar negeri,” terang Herjunot Ali dalam acara peluncuran Codafood di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/12). “Sesimpel itu.”



Makanan pertama sebagai penanda proyeknya ini adalah suguhan khas Jakarta yakni Soto Betawi. Dengan melakukan re-branding lewat perubahan nama dari Soto Betawi Bang Rojak menjadi Soto Betawi Miyamoto, Junot akan mulai memasarkan makanan tersebut di Tokyo, Jepang. “Ternyata ada beberapa makanan, soto, sate, nasi goreng yang menjadi favorit orang Jepang. Nah, akhirnya kami mengadakan food testing dengan komunitas orang Jepang,” jelasnya.

Riset yang dilakukan oleh Junot tak hanya berhenti pada tahap makanan Indonesia yang menjadi favorit orang Jepang saja. Namun juga beragam faktor lain seperti tempat pemasaran hingga bahan makanan.

“Saya punya visi membawa makanan kita ke luar negeri,” tambah Junot. “Untuk itu perlu dilakukan riset apakah bahannya gampang kita ambil atau harus impor setiap bulan. Lalu tempat yang kita approach itu strategis atau tidak. Mudah-mudahan itu tempat di traffic yang paling nyaman.”

Lebih lanjut, Junot juga ingin merambah negara lain selain di Asia. Namun lagi-lagi, masih banyak proses yang harus diikuti untuk bisa menyuguhkan makanan khas Indonesia ke lidah orang luar negeri.

“Membawa makanan Indonesia ke luar negeri itu tergantung tempatnya, nggak bisa asal bawa,” tegas pemain film “5 cm” ini. “Misal nanti mau bawa ke Europe atau Middle East, kami harus adakan food testing lagi apakah di lidah mereka cocok. Karena kesukaan masyarakat kita terhadap sesuatu yang mencolok itu belum tentu orang luar suka juga. Tapi kesempatan akan selalu ada. Makanya food testing biar kita nggak bias dan hasilnya maksimal.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel