Andien Lantang Tunjukkan Sikap Penolakan RUU KUHP dengan Melakukan Hal Ini

Foto: Andien Lantang Tunjukkan Sikap Penolakan RUU KUHP dengan Melakukan Hal Ini instagram
WowKeren dan Kanal247


Andien rupanya juga memiliki pendapat yang sama dengan sebagian besar masyarakat Indonesia yang melantangkan penolakan keras terhadap draft RUU KHUP lantaran beberapa pasal yang masih kontroversi.

Kanal247.com - Saat ini sebagian besar warga Indonesia tengah sama-sama meributkan perihal draft RUU KUHP yang sedang dicanangkan oleh DPR. Sayangnya usulan revisi tersebut tak mendapat sambutan hangat, bahkan ditolak keras oleh sebagian besar masyarakat.


Baca juga ...

Tak terkecuali dari kalangan artis. Beberapa figur publik sudah lantang menunjukkan penolakan mereka melalui berbagai cara. Kini giliran Andien yang buka suara.

Andien rupanya berada pada pihak yang menolak keras disahkannya RUU KUHP oleh pemerintah. Hal ini lantaran beberapa pasalnya yang dianggap menyudutkan posisi perempuan.

Andien menyebut jika beberapa pasal yang ada dalam draft RUU KUHP seperti tidak berpihak kepada kaum perempuan. Hal ini lah yang lantas membuatnya tergerak untuk ikut mengambil tindakan. Andien pun menunjukkan penolakannya itu dengan cara menandatangani petisi penolakan yang belum lama ini ramai diperbincangkan.

“Aku menolak, tadi juga menandatangani petisi juga,” ujar Andien di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikutip dari Cumi Cumi, Senin (23/9). “Menolak dalam arti aku enggak ingin perempuan disudutkan karena memang pasal-pasal tersebut banyak sekali yang akhirnya membuat perempuan jadi serba salah.”

Dalam kesempatan yang sama, Andien pun melontarkan harapan besarnya. Menurutnya alangkah lebih baik jika pemerintah dapat langsung melakukan penelitian dengan turun lapangan terlebih dahulu sebelum benar-benar mengesahkan RUU KUHP ini.

“Harapannya semoga pemerintah bisa lihat langsung apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya. “Hal-hal kayak gini sudah sering banget terjadi, kemarin di musik juga kemudian di banyak sekali hal seperti itu juga.”

Andien menambahkan bahwa hal yang terpenting seharusnya adalah mempertimbangkan keperluan rakyat saat ini. Karenanya ia berharap survei lapangan dilakukan untuk memastikan tindakan yang terbaik.

“Kita ingin sebenarnya ada orang yang lihat langsung di lapangan seperti apa, kemudian merumuskan Undang Undang yang seperti apa yang perlu dibuat, bukan ya sudah sekadar,” lanjut Andien. “Mereka kan wakil rakyat ya, jadi harus melihat apa yang dibutuhkan sama rakyat. Dan terutama dalam kasus ini apa yang dibutuhkan oleh perempuan.”

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel