Belum Pernah Diungkap ke Publik, Dian Sastro Cerita Sang Anak Pernah Gangguan Autisme

Foto: Belum Pernah Diungkap ke Publik, Dian Sastro Cerita Sang Anak Pernah Gangguan Autisme Instagram
WowKeren dan Kanal247


Aktris Dian Sastro untuk kali pertama bercerita mengenai anak pertamanya yang mengalami gangguan autisme saat masih berusia 8 bulan dan kini telah sembuh.

Kanal247.com - Untuk kali pertama, Dian Sastro menceritakan kondisi anak pertamanya, Syailendra Sutowo yang pernah mengalami gangguan autisme. Hal itu bermula ketika Dian menjadi pembicara mengenai anak berkebutuhan khusus di acara jumpa pers SPEKIX 2019, pada Jumat (23/8).


Baca juga ...

Dian lantas menceritakan bagaimana ia mulai merasa ada yang berbeda dengan buah hatinya yang kala itu masih berusia delapan bulan. Salah satunya gerakan motorik serta jarang kontak mata dengannya.

"Dia nggak ada ketertarikan, kemampuan untuk melakukan. Dia nggak bisa niup, itu sampai latihan berkali-kali untuk ngelakuin gerakan motorik kecil," kata Dian saat jumpa pers di JCC, Jakarta Pusat. "Jarang kontak mata, kita juga merindukan koneksi batin, bonding. Itu nggak pernah terjadi di anak saya."

Hal itu membuat Dian rindu berinteraksi kontak mata dengan buah hatinya. Pengalaman cerita ini juga mampu membuat bintang film "Ada Apa Dengan Cinta" ini sedih dan ingin meneteskan air mata.

"Aku rindu lo ada eye contact sama anak saya," lanjut Dian. "Aduh saya kalau ngomong begini pengin nangis lo."

Kemudian alasan kenapa Dian bercerita sekarang, lantaran kali pertama ia diundang ke acara seperti ini. Tentunya Dian berharap dengan ceritanya ini mampu berbagi pengalaman dengan ibu di luar sana yang anaknya berkebutuhan khusus.

"Kalau publik ini baru saya sekarang mau open karena baru acara ini yang ngundang saya," ucap Dian. "Ini sesuatu yang mulia, yang saya lakukan hanya terbuka, ya kenapa nggak. Aku pengin sharing positif, biar mereka saat dewasa bisa mandiri secara karir maupun secara sosial."

Sementara itu, Dian mengaku cukup paham mengenai tanda anak berkebutuhan khusus yang membuatnya langsung mengambil tindakan terapi untuk sang putra. Tidak ketinggalan pula Dian meminta bantuan dari psikolog dan juga doker anak.

"Waktu itu saya bisa menilai anak saya spesial sejak dia berumur 8 bulan, dan saya melihat ada 7 dari ciri anak berkebutuhan khusus," ungkap Dian. "Saya waktu itu alhamdulillah cukup awam melihatnya dan habis itu saya kemudian memberikan dia terapi dan juga banyak bantuan dari psikolog dan juga dokter anak."

Usaha Dian dan Maulana Indraguna Sutowo sang suami pun membuahkan hasil. Kini, anak Dian telah normal layaknya anak kecil lainny dan terapi juga sudah dihentikan.

"Saya memberikan terapi wicara, terapi okupasi dan juga terapi perilaku buat anak saya," pungkas Dian. "Alhamdulillah saat ini anak saya sudah bisa dianggap kayak anak normal lainnya dan udah nggak perlu terapi lagi."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...