Belum Selesai Kasus Vlog ‘Ikan Asin’, Suami Rey Utami Kembali Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan

Foto: Belum Selesai Kasus Vlog ‘Ikan Asin’, Suami Rey Utami Kembali Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan instagram



Masih mendekam di dalam penjara, Pablo Benua justru tersandung kasus penipuan. Korban suami Rey Utami ini mengaku mengalami total kerugian hingga lebih dari 10 miliar rupiah.

Kanal247.com - Kabar mengejutkan baru saja datang dari suami Rey Utami, Pablo Benua. Ditengah-tengah ramainya kasus vlog “ikan asin” yang membuatnya mendekam di penjara, kini kabar soal penipuan yang menyeret namanya kembali mencuat. Belum lama ini seorang pengacara mendatangi pihak berwajib dan membenarkan tentang kasus penipuan tersebut.

Seorang kuasa hukum yang diketahui bernama Farchat A. Bahafdullah menyambangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus kliennya yang menjadi korban penipuan Pablo Benua. Ia mengaku telah mengantongi kronologis kejadian dari para korban.

“Harapan klien kami persoalan kasus Pablo ini bisa ditangani oleh Polda Metro Jaya. Awalnya kami mengadukan dengan pelapor Leonardus, Erick dan Ferry. Kami mendapatkan kuasa dari mereka bertiga, karena pada tanggal 26 maret 2019 itu kasusnya agak lambat jalannya, oleh karena itu dengan adanya kasus yang sedang hangat ini kami ingin memberikan semangat kepada aparat korban untuk melaporkan,” papar Farchat A. Bahafdullah saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (16/7). “Saat ini sudah masuk di kantor kami itu sudah ada beberapa orang yang memberikan kronologis kejadian.”

Baca juga ...

Tak hanya tiga orang tersebut, Farchat mengungkapkan jika jumlah korban Pablo lebih banyak dari itu. Hanya saja sebagian dari mereka berasal dari luar Jakarta sehingga laporan mereka akan menyusul nantinya.

“Itu akan sebagai dasar kami untuk melakukan pelaporan pelaporan lagi,” sambungnya. “Dikarenakan korban itu ada di beberapa daerah yang cukup jauh sehingga mereka memerlukan waktu untuk datang ke Jakarta, jadi saat ini kedatangan kami untuk meminta Polda menangani satu persatu kasus yang menimpa klien kami.”

Rupanya Pablo memanfaatkan profesinya sebagai seorang artis untuk melakukan penipuan kala itu. Bahkan total kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

“Pablo membuat perusahaan dengan nama PT IBS karena dia publik figur, mudah dikenal melalui media sosial sehingga di daerah ada pihak yang mau menjadi perwakilan,” jelas Farchat. “Kalau rata-rata klien kita sekitar, anggaplah (rugi) 250 juta, kalau ada 30 sampai 40 (orang) bisa 10 miliar lebih.”

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel