Masih Syok, Uut Permatasari Lihat Sosok Ayah di Tangga Rumah

Foto: Masih Syok, Uut Permatasari Lihat Sosok Ayah di Tangga Rumah Instagram



Kematian ayah Uut Permatasari rupanya menyisakan kesedihan yang mendalam hingga Uut melihat sosok sang ayah di tangga rumah dengan kaki bersimbah darah.

Kanal247.com - Keluarga besar pedangdut Uut Permatasari hingga kini masih diselimuti duka yang mendalam. Pasalnya sang ayah dinyatakan meninggal dunia lantaran mengalami kecelakaan lalu lintas saat hendak menuju sebuah rumah sakit di kawasan Sidoarjo. Mendiang Edi Herwanto tewas di lokasi kejadian usai ditabrak oleh sebuah sepeda motor Honda GL Pro.

Uut mengaku sangat terpukul atas kejadian naas yang menimpa ayahnya itu. Hingga kini ia masih merasa syok dan tidak percaya sang ayah harus merenggut nyawa di jalan raya.

Nampaknya Uut masih belum bisa merelakan kepergian sang ayah menghadap Sang Pencipta. Pasalnya ia mengaku masih melihat sosok sang ayah di tangga rumahnya. Pelantun lagu “Putri Panggung” itu menuturkan bahwa ia melihat sang ayah berada di dalam rumah dengan kaki yang bersimbah darah.

“Syok lah, saya kayak enggak bisa jalan, saya bingung,” jelas Uut kepada tim Cumi Cumi, Selasa (2/4). “Semalam di tangga itu ada papi saya, kakinya ada darahnya. Semalam papinya enggak (ada), tapi telapak kakinya tuh kayak ada.”

Baca juga ...

Bukan hanya Uut, buah hati Uut rupanya juga melihat sosok kakeknya itu. Pedangdut asal Sidoarjo itu menuturkan bahwa sang anak berteriak dan menunjuk ke langit-langit kamar pada pukul 3 pagi.

Jika Uut dan sang buah hati melihat sosok almarhum Edi di rumah, tidak demikian dengan adik Uut Permatasari. Adik laki-laki Uut yang tidur di kamar sang ayah justru tidak didatangi oleh almarhum. “Adik saya tidur di kamar papi saya. Anak saya yang rewel semalam, didatangin papi saya. Anak saya itu kaget, jam 3 teriak-teriak nunjuk ke atas gitu,” sambung cerita penyanyi yang dikenal dengan goyang Ngecor itu.

Meskipun Uut memutuskan untuk membawa kasus kecelakaan itu ke meja hijau, namun ia mengaku tengah berusaha untuk ikhlas. Wanita kelahiran 7 April 1982 itu menerima takdir yang telah ditulis oleh Sang Maha Kuasa. “Ini sudah jalan Allah. Mungkin buku Papi sudah habis. Kita semua punya buku, tinggal kita jilid berapa, Allah berkehendak,” ungkapnya.

Bagi Uut, kesedihan itu terasa sangat dalam lantaran sang ayah meninggal bukan karena sakit. Ia bahkan sempat berbincang dengan mendiang Edy pada malam hari sebelum peristiwa naas itu terjadi. Lebih lanjut ia juga menceritakan rencana sang ayah yang ingin menghabiskan bulan Ramadhan tahun ini bersama Uut di Jakarta.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel