Buat Sayembara Rp 50 Juta, Lucky Hakim Dipolisikan Atas Pencemaran Nama Baik

Foto: Buat Sayembara Rp 50 Juta, Lucky Hakim Dipolisikan Atas Pencemaran Nama Baik
WowKeren dan Kanal247


Dini Noviyanti mengatakan sayembara yang dibuat oleh Lucky Hakim beberapa waktu lalu membuatnya merasa terancam.

Kanal247.com - Lucky Hakim diketahui melaporkan mantan karyawannya yang bernama Dini Noviyanti atas dugaan penggelapan dana senilai Rp 8,8 miliar. Ia datang bersama Tiara lantaran mantan istrinya itu juga mengalami hal yang sama. Laporan Lucky tersebut terdaftar dengan berkas TBL/146/I/2019/PMJ/Ditreskrimun.


Baca juga ...

Tidak hanya melaporkan, Lucky dan Tiara juga membuat sayembara untuk menemukan Dini dan membawa ke hadapannya. Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang ditawarkan mencapai Rp 50 juta.

"Nanti saya sama Tiara juga akan melakukan sayembara jadi buat yang bisa menemukan orang ini saya kasih hadiah Rp 20 juta. Kalau bisa ajak dia silaturahmi dan bawa ke saya, saya kasih Rp 50 juta," tegas Lucky.

Lucky sendiri mengatakan bahwa pihaknya menduga Dini melakukan penggelapan sejak tahun 2017. Mereka sudah berusaha menyelesaikan dengan cara kekeluargaan, namun tidak ada itikad baik.

"Pertimbangan kita melakukan ini karena sudah dinasihati tapi dia tidak perbaiki kekhilafannya. Sudah 2 bulan berusaha, tapi tidak ada itikad baik. Ya kalau baik kan temui kami lah. Dia lamar kerjaan, bikin proposal dengan kondisi baik, kenapa sekarang gondol uang orang enggak mau ketemu? Malah pake lawyer. Dia mau damai tapi kok begitu," ujar Lucky beberapa waktu lalu.

Namun tuduhan Lucky dan juga sayembara yang dibuatnya membuat pihak Dini meradang. Ia merasa tak terima disebut telah melakukan penggelapan dana. Minggu (27/1), Dini melaporkan balik Lucky dengan pasal pencemaran nama baik dengan diwakili oleh pengacaranya, Raditya Putra Perdana.

"Melaporkam LH dengan pasal Pencemaran nama baik melalui media sosial. Menurut kamu postingan yang kami laporkan sudah merampas kebebasan warganegara klien kami," kata Raditya Putra Perdana.

Raditya Putra menjelaskan kliennya tidak bisa datang menemui Lucky secara langsung lantaran merasa terancam dengan adanya sayembara tersebut. Tidak hanya itu saja, keempat anaknyaa juga terkena dampaknya dan ikut merasa terancam. "Karena hari ini sedang merasa terancam termasuk keempat anaknya," pungkas sang pengacara.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...