Tuai Kecaman Netter Gara-Gara 'Sekolah Ibu', Hengky Kurniawan Matikan Kolom Komentar

Foto: Tuai Kecaman Netter Gara-Gara 'Sekolah Ibu', Hengky Kurniawan Matikan Kolom Komentar Instagram



Netter menanggapi dengan sinis program 'Sekolah Ibu' yang diumumkan oleh Hengky Kurniawan di Instagramnya.

Kanal247.com - Hengky Kurniawan kini telah banting setir menjadi wakil rakyat dan pemimpin. Aktor tampan itu menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung Barat.

Sebagai seorang pemimpin, adalah hal yang wajar jika Hengky berusaha untuk menyelesaikan segala persoalan yang terjadi Bandung Barat. Salah satunya yang menjadi perhatiannya adalah tingginya tingkat perceraian.

Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, baru-baru ini Hengky mengatakan pemerintah akan meluncurkan "Sekolah Ibu" pada 2019. Program tersebut dibentuk dengan tujuan agar para ibu bisa lebih memahami bagaimana menjaga keutuhan rumah tangga.

"Dari 5 - 30 November 2018, Kasus perceraian di KBB sebanyak 244 Kasus. Kalo di rata2 berarti setiap harinya ada 9 - 10 orang yang mendaftarkan perceraian. Ini menjadi masalah yang serius bagi kami Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. InshaaAllah di tahun 2019 kami meluncurkun Program 'Sekolah Ibu'," tulisnya. "Tujuan didirikanya sekolah ibu untuk memberikan pemahaman tentang berumah tangga, bagaimana menghadapi suami, bagaimana berkomunikasi dengan anak - anak kita yang beranjak dewasa, dan banyak materi lainya yang nanti akan diajarkan di sekolah ibu."

View this post on Instagram

Dari 5 - 30 November 2018, Kasus perceraian di KBB sebanyak 244 Kasus. Kalo di rata2 berarti setiap harinya ada 9 - 10 orang yang mendaftarkan perceraian. Ini menjadi masalah yang serius bagi kami Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. InshaaAllah di tahun 2019 kami meluncurkun Program “ Sekolah Ibu “. Tujuan didirikanya sekolah ibu untuk memberikan pemahaman tentang berumah tangga, bagaimana menghadapi suami, bagaimana berkomunikasi dengan anak - anak kita yang beranjak dewasa, dan banyak materi lainya yang nanti akan diajarkan di sekolah ibu. InshaaAllah “ Sekolah ibu “ tidak akan membosankan. Ibu - ibu makin sayang suami, kompak dengan anak, dan tentunya keluarga akan lebih bahagia. InshaaAllah…. @aa.umbara @ridwankamil @humas_kbb @bimaaryasugiarto ( note : tidak ada yang menyalahkan ibu dalam kasus perceraian. Program sekolah ibu berhasil menekan angka perceraian di kota Bogor. Seperti yang Kang Bima sampaikan ke saya waktu study banding. Ibu2 yg tadinya menuntut cerai suaminya akhirnya menarik gugatan cerainya setelah mengikuti sekolah ibu. Tentu ini program baik yang bisa kita contoh. Pematerinya dari kalangan profesional, psikolog, dosen, profesor, polwan, wanita karier yg sukses. Dan program ini mendapatkan apresiasi dari Bapak Gubernur. Bila ada yg salah dalam pemahaman atau kurang berkenan, mohon dimaafkan ) Haturnuhun...

Baca juga ...

A post shared by Pelayan Masyarakat (@hengkykurniawan) on

Hengky menuturkan bahwa program Sekolah Ibu ini sudah diterapkan di Kota Bogor san berhasil. Di bagian akhir tulisannya, ia juga menegaskan sama tidak berniat untuk menyinggung ibu-ibu dan menyalahkan mereka akan perceraian yang terjadi.

"InshaaAllah “ Sekolah ibu “ tidak akan membosankan. Ibu - ibu makin sayang suami, kompak dengan anak, dan tentunya keluarga akan lebih bahagia. InshaaAllah…. @aa.umbara @ridwankamil @humas_kbb @bimaaryasugiarto ( note : tidak ada yang menyalahkan ibu dalam kasus perceraian. Program sekolah ibu berhasil menekan angka perceraian di kota Bogor. Seperti yang Kang Bima sampaikan ke saya waktu study banding. Ibu2 yg tadinya menuntut cerai suaminya akhirnya menarik gugatan cerainya setelah mengikuti sekolah ibu. Tentu ini program baik yang bisa kita contoh. Pematerinya dari kalangan profesional, psikolog, dosen, profesor, polwan, wanita karier yg sukses. Dan program ini mendapatkan apresiasi dari Bapak Gubernur. Bila ada yg salah dalam pemahaman atau kurang berkenan, mohon dimaafkan ) Haturnuhun...," imbuhnya.

Namun program "Sekolah Ibu" tersebut rupanya menuai respon negatif dari masyakat. Banyak yang beranggapan jika sekolah ibu adalah bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Karena perempuanlah yang harus belajar bagaimana memahami suami dan menjaga keutuhan rumah tangga sedangkan pria tidak. Oleh karena itu banyak yang menuntut juga didirikan "Sekolah Bapak" jika Hengky memang ingin meneruskan program ini.

Sayangnya kini Hengky telah mematikan kolom komentar dalam postingan tersebut. Tampaknya ia merasa terusik dengan berbagai komentar masyarakat yang memenuhi Instagramnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel