Sempat Diminta Mundur dari Jabatan Pasca Gempa Palu, Ini Kata Pasha Ungu

Foto: Sempat Diminta Mundur dari Jabatan Pasca Gempa Palu, Ini Kata Pasha Ungu Instagram
WowKeren dan Kanal247


Pasha Ungu mengatakan bahwa dirinya mengalami banyak cobaan sejak memutuskan untuk terjun ke dunia politik.

Kanal247.com - Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu beberapa waktu lalu menjadi pukulan yang berat untuk Pasha. Sebagai Wakil Walikota Palu, ia harus bekerja keras untuk membantu para warga yang menjadi korban yang mengatasi krisis yang terjadi dengan tindakan cepat dan efektif. Apalagi mengingat banyak warga yang meninggal dunia dan juga kehilangan rumahnya akibat musibah tersebut.


Baca juga ...

Pasha sendiri mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha sekuat tenaga. Meski begitu, apa yang dilakukannya tidak serta merta membuat semua orang merasa puas. Ada saja orang yang mengkritik kinerjanya. Bahkan suami Adelia Wilhelmina ini sempat diminta untuk mundur dari jabatannya lantaran dinilai kurang maksimal dalam menangani kondisi pasca bencana.

Setelah krisis pasca gempa terlewati, baru-baru ini Pasha akhirnya buka suara menanggapi hal tersebut. Vokalis Ungu ini mengatakan bahwa ia menyakini bukan warga Palu yang memintanya untuk mundur. Pasha menduga ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan keadaan untuk melakukan provokasi.

"Saya kira itu bukan masyarakat (yang meminta saya mundur). Mohon maaf," ungkap Pasha di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). "Sebenarnya saya enggak tahu apakah pantas disampaikan di sini atau tidak. This is politic. Saya tidak suudzon tapi kan bisa saja ada kelompok-kelompok atau ada pesan-pesan yang mencoba untuk memanfaatkan situasi dan saya tidak bisa sebut itu siapa."

Pasha mengatakan bahwa ia harus melalui berbagai hal sejak memutuskan untuk terju ke dunia politik. Kalimat yang menyuruhnya mundur dari jabatan hanyalah satu dari sekian banyak cobaan yang harus dilaluinya.

"Kami ini orang politik yang lahir dari produk politik. Segala hal itu pasti banyak hal yang kami lalui yang harus berproses secara politik," paparnya. "Jadi saya agak sulit jika harus menjelaskan penyebab kenapa saya harus ngomong ini. Tapi itu statement politik."

Sementara itu, setelah beberapa bulan pasca gempa dan tsunami kondisi di Palu mulai kondusif. Pasha mengatakan bahwa kebutuhan warga setempat juga sudah terpenuhi. Meski masih ada 43 ribu warga yang mengungsi di 150 tempat. "Ada 150 shelter. Kenapa ada shelter? Karena kami memudahkan untuk bantuan distribusi, harus perlahan," pungkasnya.

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel

Loading...