Diundang Naik Kapal Perang Militer Prancis, Anggun: Saya Merasa Terhormat

Foto: Diundang Naik Kapal Perang Militer Prancis, Anggun: Saya Merasa Terhormat Instagram
WowKeren dan Kanal247


Begini cerita Anggun saat menetap di kapal perang militer Prancis.

Kanal247.com - Salah satu penyanyi go international Tanah Air, Anggun dikenal sebagai sosok yang gemar mengulurkan tangan untuk membantu sesama. Atas kepeduliannya itu, baru-baru ini Anggun diundang oleh angkatan bersenjata Prancis dan jaringan televisi nasional FRANCE 2 untuk berkunjung ke kapal perang.


Baca juga ...

Tak hanya berkunjung, Anggun juga dipersilakan untuk merasakan langsung tinggal di dalam kapal perang rahasia Prancis, Mistral Assault Ship. Dalam kesempatan itu, Anggung menyaksikan secara langsung beratnya hidup para militer Angkatan Laut yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama.

Nantinya, momen tersebut akan ditayangkan secara eksklusif selama 12 menit lamanya di stasiun televisi nasional Prancis pada Desember mendatang. Anggun pun mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Saya merasa terhormat diundang untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari para militer," ungkap Anggun. "Mereka berdedikasi untuk membantu orang lain di seluruh dunia."

Lebih lanjut Anggun menyebutkan jika dirinya menghabiskan waktu tiga hari di dalam kapal tersebut. Selama itu, Anggun pun mendapatkan banyak pengalaman baru yang sangat menantang adrenalin.

"Saya tinggal di sana (Kapal Mistral) selama 3 hari. Itu sangat sulit karena hidup di kapal, meskipun terlihat seperti gedung pencakar langit yang berada di atas air, kerap menghadapi gelombang laut setinggi 8 meter," cerita Anggun. "Mistral telah menjadi kunci penting dalam menyelamatkan jiwa selama peristiwa iklim bencana."

Mistral sendiri merupakan kapal perang yang memiliki teknologi tinggi. Panjangnya mencapai 200 meter dan sanggup menampung hingga 4000 orang. Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan 70 tempat tidur.

"Kapal itu (Mistral) dapat membawa ratusan ton material untuk membantu otoritas lokal ketika bencana terjadi dan karenanya dapat menyelamatkan ribuan manusia," sambung Anggun. "Para militer ini berada jauh dari keluarganya selama berbulan-bulan, tetapi yang terpenting adalah misi mereka untuk menggenggam tangan bagi mereka yang kehilangan segalanya."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel