Alami Tekanan Psikis, Roro Fitria Butuh Seorang Psikiater

Foto: Alami Tekanan Psikis, Roro Fitria Butuh Seorang Psikiater Instagram
WowKeren dan Kanal247


Ini alasan Roro Fitria merasa tertekan berada di balik jeruji besi.

Kanal247.com - Seperti diketahui, sampai saat ini Roro Fitria masih dalam proses persidangan atas kasus narkoba. Ia pun dituntut hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Baca juga ...

Mengetahui tuntutan tersebut, pihak Roro pun segera mengajukan pledoi atau keringanan hukuman. Roro meminta agar dirinya mendapatkan kesempatan untuk direhabilitasi saja.

Selain mendapatkan rehab dan penyuluhan narkoba, Roro juga meminta seorang psikiater. Sebab, belakangan ini Roro mengaku tengah mengalami tekanan psikis yang cukup parah usai mendapatkan permasalahan bertubi-tubi.

"Iya dalam rangka rehabilitasi itu ada beberapa dokter yang menangani, salah satunya ada psikiater, karena memang gangguan yang sangat saya sering alami susah tidur," ujar Roro saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/10). "Dan saya selalu mendekatkan diri kepada Allah, salat 5 waktu, dzikir, itu nggak bisa dipungkiri ketika saya menutup mata, saya terlihat nyesek sekali gitu atas pengalaman hidup saya selama 8 bulan ini."

Wanita yang kerap menyamakan dirinya dengan Nyi Roro Kidul itu merasa sangat terkekan saat berada di balik jeruji besi. Ditambah, istana mewahnya yang berhasil dibobol maling itu membuat Roro semakin terpuruk.

"Sangat-sangat down sekali di penjara. Dan apalagi kemarin saya habis kena musibah kemalingan rumah saya," terang Roro. "Dan saya juga masih berpikir gimana caranya mama saya sembuh."

Dalam kesialan itu, Roro tak memiliki ruang untuk mengungkapkan keluh kesahnya. Ia tak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Sehingga Roro pun tak mendapatkan ketenagan hati.

"Jadi alat komunikasi kita tidak ada di dalam penjara dan memang harus regulasi aturannya yang memang dari sore sampai pagi hari dikunci selnya dan memang harus kita mengikuti tata tertib semua yang ada di sana," cerita Roro. "Kita terpisah dengan sanak saudara, keluarga, mama tentunya, sudah gitu kita enggak bisa berkarya seperti semula, itu sangat-sangat down buat saya."

Nantinya jika permintaan keringanan Roro diterima oleh pihak JSU, ia mengaku sudah memiliki nazar. Hanya saja Roro enggan mengatakan isi dari nazarnya tersebut.

"Nazar saya ada, tapi itu cukup buat saya sendiri," ucap Roro. "Saya memang sudah ada nazar."

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel

Loading...