Istri Indro Warkop Harus Konsumsi Obat Turunan Narkotika Saat Jalani Perawatan

Foto: Istri Indro Warkop Harus Konsumsi Obat Turunan Narkotika Saat Jalani Perawatan Instagram
WowKeren dan Kanal247


Kendati tak tega dengan kondisi istri yang tersiksa meminum obat turunan narkotika, Indro sempat mengaku yakin jika sang istri akan sembuh.

Kanal247.com - Kedukaan tengah dirasakan keluarga Indro Warkop. Sang istri, Nita Octobijanthy telah pergi selama-lamanya usai dirawat selama 26 hari di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta Selatan.


Baca juga ...

Seperti diketahui, Nita mengidap sakit kanker paru-paru sejak bulan Agustus 2017 lalu. Namun sayangnya, ada fakta mengejutkan terkait pengobatan Nita sesaat sebelum ia meninggal dunia. Indro menerangkan jika untuk menahan rasa sakit akibat virus kanker paru-paru yang diderita Nita, sang istri harus meminum obat-obatan turunan narkotika.

"Pain management itu karena terakhir-akhir ada kesulitan ketika beberapa perasaan sakit harus diatasi dengan obat-obatan yang keturunan narkotika. Ada Morphin dan Petidin. Itu juga celakanya menyebabkan tidak berjalan bagusnya gerak peristaltik usus, itu juga kemudian menyebabkan dia susah BAB, susah buang gas," terang Indro saat ditemui di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/10), dua jam sebelum Nita menghembuskan nafas terakhirnya. "Kenapa ada pain management, karena dari situ yang kemudian obat-obatan itu coba diturunkan supaya ada pergerakan dalam usus, dengan epidural, yakti bius dari sumsum belakang."

Meski tak tega dengan efek samping yang muncul akibat sejumlah obat turunan narkotika tersebut, Indro mengaku sempat yakin Nita akan segera sembuh. "Jadi memang ada masalah sebetulnya, ini malah masalahnya justru bukan dari kanker, tapi hal lain. Karena istri saya dalam keadaan tidak sakit susah buang air, jadi harus minum obat," ucap Indro. "Lalu ditambah masalah obat turunan narkotika itu."

Saat ditanya mengapa tak membawa Nita untuk menjalani pengobatan di luar negeri, Indro mengaku enggan. Lebih lanjut, ia menilai bahwa perawatan di Jakarta serupa dengan di luar negeri.

"Nggak, nggak terpikir kita, karena saya pikir kita juga sama kok di luar negeri dan beberapa pengobatan di sini juga dikonsultasikan di luar," jelas Indro. "Ada beberapa pengambilan darah, sampel dikirim ke luar negeri dan dikirim balik ke sini."

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel

Loading...