Duduk Terlalu Lama Ternyata Berpotensi Rusak Otak

Foto:  Duduk Terlalu Lama Ternyata Berpotensi Rusak Otak
WowKeren dan Kanal247

Berikut penjelasan bagaimana dampak duduk terlalu lama untuk kesehatan manusia.

Kanal247.com - Anda seorang pekerja yang selalu berada di depan komputer atau di belakang meja? Tentu anda tak lagi terkejut betapa tidak enaknya duduk selama berjam-jam di kursi anda itu setiap harinya. Terlalu lama duduk memang akan menyebabkan rasa sakit dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Sebuah penelitian baru dari Universitas California di kota Los Angeles meyakinkan dugaan orang-orang bahwa menghabiskan sepanjang hari di kursi sangat tidak baik untuk kesehatan. Penelitian yang dipublikasikan oleh Plos itu meneliti sebanyak 35 orang yang berusia antara 45 sampi 65 tahun.

Peserta penelitian tersebut menjalani pemindaian area otak yang disebut Medial Temporal Lobe (MTL). Bagian otak tersebut sangat penting untuk membentuk ingatan. Selain itu, peserta penelitian juga ditanya mengenai berapa lama mereka duduk pada minggu sebelumnya.


Baca juga ...

Dari hasil analisa data, orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk duduk di kursi paling lama memiliki struktur otak yang lebih tipis. Kesimpulan dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa perilaku menetap pada suatu tempat dalam waktu yang lama dapat meningkatkan resiko demensia dan penuruan kognitif d kemudian hari. Namun, peneliti masih meragukan bahwa duduk di kursi dalam waktu yang lama merupakan faktor utama dalam penipisan otak tersebut.

Gaya hidup menetap yang cenderung tak banyak bergerak dinilai dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus. Sebaliknya, aktivitas fisik dinilai akan mencegah penyakit Alzheimer.

Penelitian itu menuliskan pentingnya memperluas penelitian ini, yakni untuk mengeksplorasi struktur MTL pada orang dewasa muda yang sehat, seperti pencegahan umum atau primer yang bertentangan dengan pencegahan sekunder terhadap resiko individu dengan gejala deteksi paling kecil. Mereka juga menambahkan bahwa informasi yang didapatkan sangat terbatas pada sekelompok kecil orang yang mengikuti penelitian. Oleh karena itu, mereka berniat untuk melakukan penelitian lebih lanjut agar dapat meningkatkan kesadaran pentingnya aktivitas fisik kepada banyak orang.

Mereka menambahkan bahwa dalam penelitian yang melibatkan orang-orang setengah baya dan yang lebih tua itu hanya menganalisa berapa lama mereka duduk per harinya, namun tidak mencantumkan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan. Padahal, aktivitas fisik yang justru lebih erat kaitannya dengan penipisan substruktur MTL seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Temuan pada penelitian ini msih di tahap awal dan membutuhkan eksplorasi lebih lanjut dalam studi longitudinal dan analisis mekanisme mediasi. Walau bagaimanapun, sangat penting memahami tentang efek perilaku menetap untuk otak kita, mengingat epidemi global dari ketidakaktifan fisik dan gaya hidup yang tidak aktif.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel