Puncak Popularitas Bukan Sekadar Mimpi, Dari Hidup Sulit Reza Rahadian Jadi Aktor Paling Dipuji

Foto: Puncak Popularitas Bukan Sekadar Mimpi, Dari Hidup Sulit Reza Rahadian Jadi Aktor Paling Dipuji
WowKeren dan Kanal247


Bak pelangi yang muncul usai hujan badai, Reza Rahadian yang lahir dengan masa kecil kurang bahagia akhirnya tumbuh besar menjadi aktor terkenal.

Kanal247.com -


Siapa sih yang tak kenal Reza Rahadian? Aktor tampan yang kerap wara-wiri di layar lebar, memerankan berbagai macam karakter. Pria bernama lengkap Reza Rahadian Matulessy yang lahir di Bogor, 5 Maret 1987 ini terbilang aktor yang patut diperhitungkan kiprahnya di dunia perfilman Tanah Air. Aktingnya membuat semua mata yang melihat kagum. Reza Rahadian bisa memerankan karakter berwibawa, sampai konyol sekaligus. Tak heran, ia mampu meraih banyak piala, khususnya sebagai Pemeran Utama Terbaik berkat kemampuan aktingnya.

Baca juga ...

Sukses sebagai aktor, pria yang mengawali karier sebagai model ini rupanya memiliki kisah hidup yang keras dan berliku. Ia dibesarkan oleh single parent sebab orang tuanya bercerai saat ia masih bayi. Pahit getirnya hidup pernah Reza Rahardian rasakan. Selain orang tuanya bercerai, ia pernah menjadi sasaran bully semasa kecil. Ia pun pernah berjuang keras demi menyambung hidup dengan bekerja serabutan sebelum akhirnya menjadi artis. Seperti apa seluk beluk perjalanan hidup seorang aktor kenamaan Tanah Air ini? simak kisah selengkapnya.

1. Tumbuh dengan Keadaan Orang Tua yang Bercerai

Tumbuh dengan Keadaan Orang Tua yang Bercerai

Reza Rahadian tumbuh dengan keadaan orang tua yang tak menyatu. Ya, saat ia masih umur enam bulan, orang tuanya yakni Rahim dan Pratiwi Widantini Matulessy bercerai. Semenjak itu ia hanya diasuh oleh sang ibu dengan perjuangan penuh peluh.

Reza Rahadian pun lahir dari keluarga yang berbeda keyakinan. Pihak keluarga sang ayah muslim, sedangkan dari keluarga ibunya nasrani. Namun Reza memiliki keyakinan untuk memeluk Islam. Meskipun berbeda keyakinan, keluarga Reza memiliki sikap toleransi antar beragama yang baik.

Saat masih kecil, tepatnya saat masih duduk di bangku SD hingga SMP, Reza Rahadian pernah menjadi sasaran bullying teman-temannya. Hal itu dikarenakan ia cupu, jarang bergaul, dan kutu buku. Akibat ejekan yang diterimanya, Reza Rahadian sempat jadi pribadi minder dan tertutup. Hal itu kemudian tak lagi dalaminya saat ia masuk ke bangku SMA.

2. Pernah Bekerja Serabutan Demi Keluarga

Pernah Bekerja Serabutan Demi Keluarga

Saat beranjak remaja, Reza Rahadian sudah tergerak untuk membantu sang ibu mencari penghasilan. Ia seakan tak tega melihat ibunya bekerja seorang diri, dengan rumah yang masih menumpang di tempat neneknya di Bogor. Berbagai pekerjaan serabutan pernah ia jalani. Mulai jadi tukang potong rumput hingga menjadi waiter di sebuah kedai kecil. Apapun pekerjaan halal Reza Rahadian lakukan demi mendapatkan uang. Sikap tanggung jawab dan mengatasi kesulitan sendiri, diakui Reza Rahadian dipelajari dari sang ibu. Sebagai anak laki-laki paling tua, ia menanamkan pemikiran bahwa tanggung jawab kelaurga ada padanya.

3. Menjajal Dunia Model Membawanya Pada Tawaran Berakting

Menjajal Dunia Model Membawanya Pada Tawaran Berakting

Ingin mengangkat kehidupannya menjadi lebih baik, Reza Rahadian berinisiatif menjajal dunia model dengan mengikuti ajang pemilihan model Majalah Aneka Yess! di tahun 2004. Tak dinyana, hasil coba-cobanya itu berbuah manis. Ia terpilih menjadi juara favorit top guest majalah tersebut. Bak gayung bersambut, kemenangannya itu membuatnya mendapat tawaran bermain sinetron. Adalah "Culunnya Pacarku", judul sinetron yang pertama kali ia bintangi.

Baru pertama kali berakting, Reza Rahadian sudah terlihat totalitas. Kemampuan akting yang memukau membuat produser kembali meliriknya untuk bermain sinetron lain. Ia kemudian membintangi beberapa judul sinetron, yakni "Inikah Rasanya", "Mutiara Hati", "Cinta SMU 2", "ABG", dan "Aku Hamil".

Dari sinetron, ia kemudian mulai melangkah ke film. Dimulai dengan "Film Horor" di 2007, Reza Rahadian mulai banjir tawaran film lain di tahun-tahun berikutnya. Bahkan ia pernah berperan di beberapa judul film dalam tahun yang sama. Nama Reza Rahadian pun terus melesat bak roket. Film berjudul "Perempuan Berkalung Sorban" membawanya meraih Piala Citra 2009 untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Bagaikan tembakan yang terus mengenai sasaran, Reza Rahadian kembali mendapat Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film "3 Hati Dua Dunia", berlanjut dengan Piala Layar Emas IMA untuk kategori Pemeran Utama Pria Favorit di film "Habibie & Ainun".

4. Mencintai Pekerjaannya Sebagai Aktor

Mencintai Pekerjaannya Sebagai Aktor

Hingga kini, tak kurang dari 40 film telah Reza Rahadian bintangi. Puncak popularitas yang didapatkannya kini bukan sekadar mimpi. Dari keluarga broken home dan pernah menjadi pemotong rumput, nasib cemerlang mengubah Reza Rahadian menjadi seorang bintang film paling bersinar di Indonesia.

Bagi Reza Rahadian, akting kini seolah sudah mendarah daging. Saking cintanya dengan akting, ia tak menomorsatukan honor sebab ia merasa terus haus akan ilmu ketika membintangi judul film. Baginya, kepuasan bisa bermain film dengan baik itu lebih dari segalanya, bahkan dari uang yang ia terima. Kecintaanya pada dunia film pun membuatnya ingin terus mengasah kemampuan akting dengan berani mengambil tantangan berbagai macam peran. Reza Rahadian mengaku akan merasa puas jika film yang ia bintangi diapresiasi dengan mendapatkan jumlah penonton yang banyak.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel